Abstrak. Kecelakaan kerja merupakan salah satu tantangan utama dalam industri konstruksi, khususnya pada proyek bangunan bertingkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengendalikan risiko kecelakaan kerja menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), guna meningkatkan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan diskusi dengan 30 responden yang terdiri dari pekerja konstruksi, mandor, dan tenaga teknis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahaya tertinggi ditemukan pada kegiatan pemasangan bekisting (RPN = 45), pengangkatan beton pracetak (RPN = 45), dan penggunaan alat berat seperti crane (RPN = 40). Bahaya tersebut melibatkan risiko tertimpa material berat, alat kerja gagal fungsi, dan jatuh dari ketinggian. Upaya pengendalian yang direkomendasikan meliputi penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti helm dan safety harness, inspeksi rutin alat berat, pelatihan kerja aman, serta penetapan zona aman di area kerja. Penerapan metode FMEA dalam penelitian ini efektif untuk menentukan prioritas pengendalian risiko berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN). Dengan pengendalian yang tepat, risiko kecelakaan kerja dapat diminimalkan, sehingga kinerja keselamatan dan kesehatan kerja pada proyek bangunan bertingkat dapat ditingkatkan. Kata Kunci: Kecelakaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) , Risk Priority Number (RPN)
Copyrights © 2024