Penelitian ini mengkaji rendahnya tingkat kewirausahaan di Indonesia, dengan peringkat 74 dari 137 negara menurut Global Entrepreneurship Index (GEI) dan rasio kewirausahaan nasional 3,3%. Fokus penelitian adalah pentingnya pendidikan kewirausahaan di pesantren untuk mengubah pola pikir generasi muda dari karyawan menjadi wirausaha, dengan studi di Pesantren Wirausaha Kalasuba Malang dan Pesantren Fathul Ulum Jombang. Pengembangan kewirausahaan di pesantren dilakukan melalui dua model: pembelajaran suplemen berbasis agama dan pembelajaran inti dengan agama sebagai dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan data primer dari wawancara dengan pimpinan pesantren, santri, dan tenaga pengajar, serta data sekunder dari dokumen tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pesantren Kalasuba Malang mengembangkan santripreneur melalui pendidikan kewirausahaan selama satu tahun, diikuti dengan pendampingan bagi yang memilih berwirausaha. Di Pesantren Fathul Ulum Jombang, santri mendapatkan motivasi dan pelatihan kewirausahaan di unit ekonomi pesantren, dengan sistem bagi hasil dan keterlibatan investor eksternal. Pesantren Fathul Ulum lebih maju dalam pemberdayaan santri dibanding Kalasuba, yang belum melibatkan investor.
Copyrights © 2024