Harmonisasi antara Tuhan dan umat manusia adalah tema penting dalam banyak ajaran agama, termasuk dalam tradisi Yahudi yang tercermin dalam Kitab Keluaran. Peristiwa ini menekankan peran pengorbanan, ketaatan, dan kehadiran ilahi dalam hubungan antara manusia dan Allah. Dalam konteks ini, Musa berfungsi sebagai perantara yang menyampaikan hukum Tuhan kepada bangsa Israel, sementara Allah menunjukkan kekudusan-Nya melalui manifestasi-Nya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana hubungan antara Tuhan, Allah, dan Musa digambarkan dalam Keluaran 24, serta bagaimana hubungan yang harmonis antara Allah dan umat-Nya diwujudkan melalui perjanjian yang mencakup pengorbanan, ketaatan, dan kepemimpinan rohani. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis teks Keluaran 24 untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang mengungkap hubungan Tuhan dan umat-Nya dalam kerangka perjanjian. Keluaran 24 mengajarkan bahwa hubungan antara Tuhan dan umat-Nya harus didasarkan pada perjanjian yang melibatkan ketaatan, pengorbanan, dan kepemimpinan rohani. Musa berperan sebagai penghubung antara Tuhan dan umat-Nya. Peristiwa ini menggambarkan bagaimana keselarasan tercapai antara Tuhan yang kudus dan umat manusia yang berdosa, dengan pengorbanan sebagai jalan penghubung di antara keduanya.
Copyrights © 2024