Latar Belakang: Pemeriksaan feses merupakan gold standard untuk menegakan diagnosis infeksi yang disebabkan oleh cacing. Senyawa organik seperti etanol dan formalin adalah zat yang paling umum digunakan sebagai bahan pengawet sampel yang diambil dari lapangan. Alkohol (etanol) sering digunakan karena lebih efektif dalam mempertahankan morfologi sampel.Metode: Penelitian ini menggunakan desain true eksperimen, yaitu The Randomized Posttest Control Group Design dengan melakukan eksperimen terhadap cairan tubuh yaitu feses dengan memberikan perlakuan variasi penambahan etanol dengan konsentrasi 50%, 80% dan 96% dengan menggunakan metode pemeriksaan langsung (direct slide).Hasil: Berdasarkan hasil penelitian ditemukan adanya perbedaan morfologi kualitas telur cacing dari bentuk dan lapisan dinding. Pada hasil uji Kruskal-Wallis dan uji Mann-Whitney diperoleh nilai p-value < 0,05 yaitu 0,039 dan 0,023 yang berarti adanya perbedaan yang signifikan secara statistik kualitas telur cacing dengan penambahan etanol berbagai konsentrasi dan penggunaan etanol sebagai larutan tambahan memberikan efektivitas dalam menjaga kualitas feses dibandingkan tanpa etanol.Kesimpulan: Larutan etanol dengan berbagai konsentrasi mampu mempertahankan kualitas telur cacing berdasarkan morfologi bentuk dan lapisan dindingĀ telur.
Copyrights © 2024