Fenomena pelanggaran terhadap prinsip sopan santun kerap ditemukan dalam kehidupan dan media. Dampak dari pelanggaran prinsip sopan santun adalah timbulnya implikasi pragmatik berupa respon verbal dan nonverbal seperti ekspresi wajah. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan pelanggaran prinsip sopan santun oleh Bakugou Katsuki serta respon—termasuk ekspresi wajah—petutur terhadap pelanggaran tersebut dalam manga Boku No Hiiroo Akademia volume 1–13. Analisis dilakukan melalui metode kualitatif deskriptif dengan mengaplikasikan teori pragmatik, teori konteks, serta teori ekspresi wajah. Hasil analisis mengungkap adanya pelanggaran terhadap seluruh enam maksim (kearifan, kedermawanan, pujian, kerendahan hati, pemufakatan, simpati) prinsip sopan santun oleh Bakugou Katsuki. Respon petutur terhadap pelanggaran prinsip sopan santun oleh Bakugou Katsuki muncul dalam wujud verbal dan nonverbal (melalui ekspresi wajah terkejut, takut, sedih, marah, dan datar). Temuan penelitian memperkuat argumen bahwa prinsip sopan santun bersifat esensial untuk mempertahankan keberlangsungan komunikasi.
Copyrights © 2025