Pengaruh modernisasi terhadap remeja dapat diliat dengan jelas melalui cara pandang mereka yang mengedepankan gaya hidup hedonis, fokus pada pencarian kesenangan semata. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan dibandingkan generasi sebelumnya. Salah satu penyebab dari dampak negatif modernisasi dan globalisasi adalah rendahnya religiusitas di kalangan peserta didik. Dalam konteks ini, peran guru PAI sangat vital dalam mendidik, melatih, dan membina siswa. Guru PAI juga bertugas mewariskan dan mentransformasikan nilai-nilai yang menumbuhkan nilai-nilai religius di lingkungan sekolah, serta merencanakan strategi pembelajaran yang efektif. Oleh karena itu, guru PAI harus memiliki pendekatan yang jelas untuk mencapai budaya religius di antara peserta didik. strategi guru PAI dalam mengembangkan budaya religius di sekolah sangat penting. Tujuan dari penilitian ini adalah menyajikan gambaran menyeluruh mengenai upaya dilakukan Guru PAI di Pondok Pesantren Al-Kahfi Surakarta dalam mengembangkan nuansa religius di Pondok Pesantren Al-Kahfi Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yang berfokus pada pemahaman aspek-aspek unik dari sebuah fenomena, termasuk penyebab, efek, hubungan, dan semua faktor yang melekat. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi, karena meneliti isu-isu dan fenomena yang terjadi dalam konteks di Pondok Pesantren Al-Kahfi Surakarta. Hasil dari penelitian ini adalah PAI berfungsi sebagai pendidik, fasilitator, teladan, pembimbing, pendorong motivasi dan Transmitor dalam penyampaian proses mengenalkan budaya keagamaan kepada siswa. Tanggung jawab yang beragam ini dipandang sangat berhasil dalam menumbuhkan rasa budaya keagamaan pada siswa.
Copyrights © 2024