Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Vol 13 No 3 (2024)

Mempertahankan Uma: Rumah Pemersatu dan Kebangkitan Spiritual Suku Mentawai

Hasahatan Hutahaean (Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Jakarta)
Jonidius Illu (Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Jakarta)
Stenly Reinal Paparang (Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Jakarta)
Ulisaut Parningotan Nainggolan (Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Jakarta)
Sorimuda Sarumpaet (Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Jakarta)



Article Info

Publish Date
30 Dec 2024

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap keberadaan Uma di Mentawai dari sisi kemampuan mempersatukan suku dan membangkitkan spiritualitas masyarakat. Budaya dimiliki tiap Suku di Indonesia maupun dunia. Mentawai satu suku dari beberapa suku yang ada di Sumatera Barat memiliki bukti fisik dan non fisik sebagai tanda keberlangsungan budaya. Uma adalah satu artefak yang dimiliki dimana jumlahnya kini tidak lebih dari 20 unit di semua kepulauan Mentawai. Keberadaan Uma dalam aspek culture experience tidak lebih baik dari aspek culture knowledge. Padahal dalam benak semua suku Mentawai, Uma memiliki daya yang kuat mempererat antar elemen masyarakat. Sedangkan pada segmen spiritual, Uma dapat dipergunakan untuk membuat pesan-pesan keagamaan dan budaya yang ada lebih dipahami dan muda untuk disampaikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana data primer diperoleh dari wawancara yang mendalam dan observasi ke tempat. Narasumber dipilih dari pelaku dan yang memiliki hubungan langsung dengan keberadaan Uma. Sedangkan data sekunder dari penelusuran literatur yang mengkaji variable penelitian dari sumber terpilih. Dialog diantara data kemudian dianalisa untuk memperoleh kesimpulan sesuati tujuan penelitian. Keberadaan Uma telah makin minim sedangkan fungsi dan perannya di masyarakat sangat diperlukan. Dari penggunaan seturut tradisi dan rule Arat Sabulungan, Uma dapat digunakan lebih luas lagi pada berbagai segmen di masyarakat. Bukan saja bermanfaat dalam mengatur hubungan masyarakat agar semakin bersatu, tetapi juga pada aspek kerohanian. Karena itu keberadaan Uma di tengah Suku Mentawai masih sangat dibutuhkan. Stakeholder bidang kebudayaan dan keagamaan dapat mengambil peran untuk mempertahankan keberadaan Uma.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

JISH

Publisher

Subject

Humanities Social Sciences

Description

Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora (JISH) is a journal that uses a double-blind peer review model that can be accessed online. The purpose of JISH is to publish a journal containing quality articles that will be able to contribute thoughts from a theoretical and empirical perspective in society and ...