Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor sosioekonomi, khususnya pendapatan rumah tangga, terhadap prevalensi stunting pada anak-anak balita di Kabupaten Seram Bagian Timur. Stunting, yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis pada anak, merupakan masalah kesehatan publik yang memerlukan perhatian serius karena dampaknya terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode survei dan analisis statistik untuk menguji hubungan antara pendapatan rumah tangga, pendidikan ibu, jenis pekerjaan orang tua, dan prevalensi stunting. Data dikumpulkan dari 300 keluarga dengan anak balita, yang diukur status gizinya melalui indikator tinggi badan untuk usia (TB/U). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara pendapatan rumah tangga dan prevalensi stunting (r = -0,45, p < 0,01). Keluarga dengan pendapatan rendah memiliki prevalensi stunting yang lebih tinggi, sementara pendapatan yang lebih tinggi berhubungan dengan status gizi yang lebih baik pada anak-anak. Selain itu, pendidikan ibu dan jenis pekerjaan orang tua juga ditemukan berpengaruh signifikan terhadap kejadian stunting. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar pemerintah mengimplementasikan kebijakan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga, pendidikan gizi untuk ibu, serta peningkatan akses terhadap layanan kesehatan dan sanitasi, guna menurunkan angka stunting di Kabupaten Seram Bagian Timur. Penanggulangan stunting harus menjadi prioritas multisektoral yang melibatkan berbagai pihak terkait untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas hidup anak-anak di daerah ini.
Copyrights © 2024