Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan plyometric terhadap power tungkai dan akurasi lay up atlet bola basket. Jenis penelitian merupakan quasi-eksperimental dengan metode one-group pre-posttest design. Subjek penelitian ini ialah atlet bola basket yang aktif mengikuti program latihan pada suatu unit kegiatan olahraga pada salah satu Universitas Negeri di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Subjek penelitian yang terlibat, sebanyak dua belas orang atlet laki-laki ditentukan berdasarkan metode purposive sampling. Instrument yang digunakan ialah vertical jump yang dikonversi untuk mengukur power tungkai, dan T-score Kerbleger Test untuk mengukur akurasi lay-up. Latihan plyometric diberikan sebanyak enam belas sesi latihan. Analisis data menggunakan uji beda untuk mengetahui perbedaan antara data pretest dan posttest. Hasil analisis data menunjukkan nilai rerata pada power tungkai pretest sebesar 49.08 dan terjadi peningkatan pada posttest menjadi 51.42. Nilai Akurasi menunjukkan rerata pada pretest 45.50 dan meningkat secara signifikan pada posttest 51.75. Hal ini menunjukkan peningkatan antara pretest dan posttest pada kedua variabel. Analisis data hipotesis menggunakan instrumem Wilcoxon test, data power tungkai menunjukkan nilai 0.039 sedangkan data akurasi mendapatkan nilai signifikansi 0.002. Kedua data memiliki nilai signifikansi 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian latihan plyometric berpengaruh terhadap peningkatan power dan akurasi lay-up atlet bola basket.
Copyrights © 2024