Hipertensi merupakan penyakit yang rentan terhadap perubahan pengobatan berulang dan regimen poliobat. Sehingga sangat rentan terhadap ketidaksesuaian dalam pengobatannya salah satu adalah termasuk peresepan. Juga menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas. Hal ini menandakan bahwa sebagian besar kasus hipertensi di masyarakat belum terdiagnosis dan terjangkau pelayanan kesehatannya. Sehingga sangat pentingnya dilakukan pengkajian resep obat antihipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian resep obat antihipertensi meliputi pengkajian administrasi, pengkajian farmasetik, dan pengkajian klinis pada pasien rawat jalan pada bulan oktober hingga desember 2023 di intalasi farmasi Rumah Sakit X Sulawesi Selatan. Metode pada penelitian ini bersifat deskriptif dengan jenis penelitian adalah retrospektif. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa terdapat 872 lembar resep yang mengandung obat antihipertensi. Hasil pengkajian administrasi memperoleh hasil bahwa 100% resep mencantumkan semua aspek administrasi. Pada pengkajian farmasetik diperoleh hasil bahwa 100% resep menuliskan bentuk sediaan, kekuatan sediaan, dan aturan pakai obat diperoleh hasil 3,38%. Dengan mayoritas obat antihipertensi yang diresepkan dalam bentuk sediaan tablet. Pada peengkajian klinis diperoleh hasil bahwa terdapat kesesuaian dosis tepat 96,61% dan terdapat 48,96% resep yang memiliki interaksi antara obat antihipertensi dan obat lainnya serta tidak terdapat duplikasi. Hasil penelitian ini menampilkan belum sepenuhnya sesuai antara profil pengkajian resep obat antihipertensi di Rumah Sakit X Sulawesi Selatan dengan Permenkes No. 72 tahun 2016.
Copyrights © 2024