Kulit kepala merupakan habitat terbaik bagi pertumbuhan jamur karena kondisi lembab. Jamur yang terdapat pada kulit kepala yaitu Candida albicans, Aspergillus niger, Criptococcus spp, dan Penicillum spp. Daun pepaya dapat digunakan sebagai antifungi terhadap Candida albicans karena memiliki senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Penggunaan daun pepaya secara langsung pada kulit dinilai kurang efektif sehingga perlu diformulasikan menjadi sediaan topikal yaitu hair tonic. Penelitian ini merupakan metode eksperimental untuk mengetahui ekstrak daun pepaya pada sediaan hair tonic memiliki aktivitas antifungi dan mencari konsentrasi ekstrak paling kuat pada sediaan terhadap jamur Candida albicans. Penelitian ini menggunakan kontrol (-), kontrol (+), F1 (15%), F2 (20%), dan F3 (25%). Dilakukan pengujian mutu fisik meliputi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, bobot jenis dan aktivitas antifungi terhadap jamur Candida albicans dengan metode difusi. Pengolahan data dengan SPSS 26 menggunakan one way ANOVA untuk uji aktivitas antifungi. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak dalam sediaan dapat mempengaruhi peningkatan viskositas, bobot jenis dan zona hambat jamur, namun terdapat penurunan pada pH. Hair tonic dengan variasi ekstrak daun pepaya memiliki aktivitas antifungi terhadap jamur Candida albicans.
Copyrights © 2024