Indonesia merupakan salah satu negara tropis yang terkenal akan keanekaragaman hayatinya, khususnya tanaman obat. Tanaman obat yang potensial diantaranya adalah kayu rapet (Parameria laevigata (Juss.) Moldenke. Tanaman ini banyak digunakan untuk mengobati luka, koreng, disentri dan keputihan pada organ kewanitaan yang disebabkan oleh adanya bakteri dan jamur. Bagian tanaman kayu rapet yang dimanfaatkan terutama bagian kulitnya, pada bagian kulitnya mengandung flavonoid, polifenol dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid total ekstrak etanol kulit kayu rapet secara spektrofotometri sinar tampak. Ekstrak kulit kayu rapet diperoleh secara remaserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak kulit kayu rapet mengandung senyawa fenolik, flavonoid, tanin, alkaloid, steroid dan saponin. Penetapan kadar flavonoid total dilakukan berdasarkan metode AlCl3 dengan flavonoid total dinyatakan dalam RE (Rutine Equivalen) pada panjang gelombang maksimum 416 nm. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kandungan flavonoid total sebesar 5,2054 ± 0,3427 mgRE/g ekstrak.
Copyrights © 2024