The pressing environmental issue of marine sand sedimentation exports is a major concern in the context of Indonesia’s vision as the world’s Maritime axis. The research aims to analyze the impact of these exports in the sustainability of the Maritime ecosystem and Indonesia’s position in the international arena. This research uses a descriptive narrative approach. The result show that although the export of sand provides short-term economic benefits, it has a very significant impact on environmental damage. In addition, this practice also damages Indonesia’s image as a country committed to conversation and sustainability. The research recommends the need for more regulation in marine resource management to ensure that Indonesia can utilize its Maritime potential without compromising environmental sustainability. Isu lingkungan yang mendesak terkait ekspor sedimentasi pasir laut menjadi perhatian utama dalam konteks visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak ekspor tersebut terhadap keberlanjutann ekosistem maritim dan posisi Indonesia di kancah internasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan naratif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ekspor pasir laut memberikan keuntungan ekonomi jangka pendek, namun dampaknya sangat signifikan terhadap kerusakan lingkungan. Selain itu, praktik ini juga merusak citra Indonesia sebagai negara yang berkomitmen pada konservasi dan keberlanjutann. Penelitian ini merekomendasikan perlunya regulasi yang lebih dalam pengelolaan sumber daya laut untuk memastikan bahwa Indonesia dapat memanfaatkan potensi maritimnya tanpa mengorbankan keberlanjutann lingkungan.
Copyrights © 2024