Penelitian ini berfokus pada Layanan Informasi, yang bertujuan memberikan pemahaman kepada individu mengenai berbagai aspek penting untuk menjalankan tugas atau kegiatan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana layanan informasi dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Rumusan masalah mencakup perbandingan pemahaman siswa sebelum dan setelah layanan informasi diberikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan tindakan bimbingan konseling yang terdiri dari dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 37 siswa kelas XI-2 SMKS T. Amir Hamzah Indrapura. Variabel utama yang diteliti adalah peningkatan pemahaman siswa mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba melalui layanan informasi. Data dikumpulkan menggunakan teknik tes dan non-tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum layanan informasi, persentase pemahaman siswa hanya 40%. Setelah siklus I, persentasenya meningkat menjadi 60%, dan pada siklus II, mencapai 90%. Ini menunjukkan efektivitas layanan informasi dalam meningkatkan pemahaman siswa dan mengurangi perilaku agresif. Oleh karena itu, layanan bimbingan kelompok terbukti efektif dalam menangani perilaku agresif dan meningkatkan kesadaran tentang bahaya narkoba di kalangan siswa.
Copyrights © 2024