Bimbingan dan konseling (BK) memainkan peran krusial dalam sistem pendidikan di Indonesia, terutama dalam pengembangan karakter siswa dan penanganan masalah bullying. Artikel ini membahas pentingnya kolaborasi antara guru BK, guru mata pelajaran, dan orang tua dalam mengintegrasikan nilai-nilai anti-bullying serta pendidikan karakter dalam pembelajaran. Metode pembelajaran kooperatif diusulkan untuk mendorong interaksi positif antar siswa dan mengembangkan keterampilan sosial, sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Selain itu, tantangan yang dihadapi dalam implementasi BK, seperti pemahaman yang kurang dari berbagai stakeholder dan rasio konselor yang belum ideal, juga diidentifikasi. Dalam konteks pandemi COVID-19, dukungan kesehatan mental siswa melalui program konseling online dan deteksi dini masalah kesehatan mental menjadi sangat penting. Artikel ini merekomendasikan evaluasi berkala terhadap program-program yang ada, pengembangan profesional untuk staf sekolah, serta kolaborasi dengan lembaga eksternal untuk menciptakan budaya sekolah yang inklusif dan supportif. Dengan pendekatan yang terintegrasi, diharapkan kasus bullying dapat diminimalisir dan karakter siswa dapat berkembang dengan baik.
Copyrights © 2025