Malioboro, sebagai bagian dari Sumbu Filosofi Yogyakarta yang diakui sebagai warisan budaya dunia, memerlukan perhatian dalam menjaga dan meningkatkan nilai penting pelestarian budaya, lingkungan dan kesejahteraan manusia, salah satu aspek yaitu sanitasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi ketersediaan sarana sanitasi di Kawasan Budaya Malioboro. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengamati pengunjung pada distribusi titik acara Selasa Wagen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kawasan Budaya Malioboro sudah dilengkapi dengan sarana sanitasi seperti air bersih, kamar mandi, pengelolaan air limbah, dan pengelolaan sampah, namun memerlukan peningkatan kuantitas dan kualitas terutama ketersediaan kamar mandi. Pengelolaan sampah juga perlu ditingkatkan dengan merawat kondisi fisik tempat sampah, melakukan pemilahan jenis sampah dan menjaga ketersediaanya termasuk saat event tertentu. Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana sanitasi mempertimbangkan aspek kesehatan, kenyamanan dan kemudahan bagi pengunjung Kawasan Budaya Malioboro berdampak pada pelestarian warisan budaya dan keberlanjutan lingkungan di Yogyakarta.
Copyrights © 2024