Kota Surabaya yang menjadi salah satu kota yang penuh sejarah dan kaya akan kearifan lokal memerlukan upaya serius untuk melindungi dan menghidupkan kembali kekayaan lokal, nilai-nilai ini lambat laun akan memudar dan kehilangan relevansinya di tengah masyarakat. Melalui Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang bertujuan untuk mengajarkan sejarah dan melestarikan kearifan lokal dengan mengintegrasikan dengan seni, salah satunya melalui pembuatan diorama dengan teman kearifan lokal Kota Surabaya. Kegiatan P5 dilaksanakan di salah satu sekolah menengah atas Kota Surabaya dengan subyek peserta didik kelas XI. Proyek ini dilaksanakan kurang lebih selama enam minggu. Salah satu hasil diorama peserta didik yang tidak hanya menarik secara visual tetapi juga mampu mengomunikasikan nilai-nilai sejarah dan pemanfaatan barang bekas kepada penikmat seni diorama adalah diorama mengenai Monumen Bambu Runcing. Penerapan metode ini memiliki dampak positif terhadap pemahaman peserta didik tentang kearifan lokal. Hasil dari proyek ini dapat disimpulkan bahwa peserta didik tidak hanya dapat menghasilkan karya seni yang menarik tetapi juga dapat belajar menghargai nilai-nilai budaya lokal. Hal ini menjadi bukti bahwa pendekatan pembelajaran berbasis proyek merupakan metode yang efektif untuk mengintegrasikan pendidikan budaya ke dalam kurikulum sekolah. Selain memberikan pengalaman belajar yang bermakna, kegiatan ini juga mengembangkan keterampilan kreatif, kolaboratif, dan kritis peserta didik, yang menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan era Society 5.0.
Copyrights © 2024