Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan posmodernisme dan poskolonialisme dalam perspektif bahasa, sastra, dan politik. Sebagaimana posmodernisme dan poskolonialisme bertujuan untuk menghasilkan sebuah penelaahan dan pemahaman dari karya bahasa, sastra, politik yang lebih utuh, dan tidak terikat lagi oleh struktur teks. Sementara metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisis isi. Dengan asumsi yang demikian itu, maka baik posmodernisme maupun poskolonialisme lebih berusaha untuk melihat sebuah karya bahasa, sastra, dan politik dari berbagai sisi yang ada. Hasilnya; Posmodernisme dengan keras menolak segala penjelasan apa pun yang harmonis, universal dan konsisten, sebagaimana yang menjadi semangat kabur dalam semangat modernitas. Adapun simpulannya kajian dalam bidang poskolonialisme mencakup seluruh khazanah tekstual, khususnya karya bahasa, sastra, dan politik yang pernah mengalami kekuasaan imperial sejak awal kolonisasi hingga sekarang seperti persoalan definisi wilayah sengketa antara Palestina dengan Israel.
Copyrights © 2025