Paduan aluminium (7075) sering digunakan di industri penerbangan, di mana lebih dari 73% dari komponen pesawat terbuat dari bahan ini. Meskipun aluminium murni merupakan bahan yang umum untuk memenuhi kebutuhan industri, namun meningkatkan kekerasannya melalui perlakuan panas sangat diperlukan. Dalam penelitian ini, ditemui kendala konsisten antara input dan output dalam perlakuan panas pada bahan baku alunimium. Untuk mengatasi hal ini, digunakan metode eksperimen Taguchi untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi peningkatan kekerasan dan produktivitas aluminium. Faktor-faktor seperti waktu penahanan, media pendinginan, dan suhu dianalisis dengan waktu penahanan yang telah ditetapkan memiliki dampak paling signifikan, diikuti oleh media pendinginan dan suhu. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi optimal pada waktu penahanan 35 menit, pendinginan dengan air, dan suhu 490°C dapat meningkatkan kekerasan sebesar 74,40% dan produktivitas sebanyak 10 part per minggu dan 40 part per bulan. Oleh karena itu, pendekatan terbaik dan paling efisien dalam perlakuan panas (heat treatment) adalah menggunakan waktu penahanan (holding time) 35 menit dan pendinginan (quenching) dengan air.
Copyrights © 2024