Penelitian ini bertujuan mendeskripikan adaptasi sosial budaya masyarakat Karo pasca erupsi Gunung Sinabung di Desa Sigarang-Garang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kualitatif dengan pendekatan etnografi. Penelitian ini dilakukan di Desa Sigarang-Garang, Kecamatan Naman Teran. Teknik pengumpulan data yaitu melalui observasi partisipasi, wawancara mendalam, dokumentasi dan catatan lapangan. Hasil penelitian ini mengungkapkan adaptasi sosial budaya masyarakat Karo di Desa Sigarang-Garang pasca remobilisasi akibat erupsi Gunung Sinabung mencerminkan dampak bencana terhadap kehidupanya. Interaksi sosial terbatas dan hubungan antarwarga terhambat, sementara tradisi seperti Pesta Tahun (gendang guro-guro aron & ngumbah-ngumbahi) dan acara adat kematian (peradaten kematen) mengalami perubahan. Masyarakat berusaha mempertahankan identitas budaya dan tradisinya, meskipun harus menyesuaikan dengan kondisi baru. Adaptasi ini menunjukkan ketahanan komunitas dalam membangun kembali ikatan sosial dan budaya yang terputus.
Copyrights © 2024