Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan dan politik untuk mencapai agenda SDG’s tahun 2030, dengan meninjau kebijakan-kebijakan yang mendukung agenda tersebut. Sebagai negara yang menerapkan sistem politik demokrasi, Indonesia masih menghadapi kurangnya partisipasi perempuan di bidang politik. Partisipasi dan kepemimpinan perempuan yang setara dalam kehidupan politik dan publik sangat penting untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDG’s) pada tahun 2030. Tulisan ini akan melihat upaya pemerintah dalam meningkatkan partisipasi perempuan dan faktor pendorong yang menghambat perempuan aktif di dunia politik. Penulis akan menggunakan metode kualitatif dan pengumpulan data dari studi pustaka. Penulis menggunakan kerangka konseptual Gender-Responsive Policymaking untuk menjabarkan penelitian ini. Penelitian ini menemukan bahwa perempuan kurang terwakili di semua tingkat pengambilan keputusan di seluruh dunia dan masih jauh dari mencapai kesetaraan gender dalam kehidupan politik, termasuk kasus di Indonesia. Hal ini dikarenakan kebijakan di level nasional yang responsif gender masih lemah sehingga hal ini akan menjadi penghambat dalam mencapai SDG’s tahun 2030.
Copyrights © 2024