Setyo Pratiwi, Tiffany
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEREMPUAN DALAM KEPEMIMPINAN DAN POLITIK UNTUK MENCAPAI SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDG’S) TAHUN 2030 DITINJAU MELALUI GENDER-RESPONSIVE POLICYMAKING Setyo Pratiwi, Tiffany; Raisha, Vetra
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 4 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i4.2024.1502-1510

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan dan politik untuk mencapai agenda SDG’s tahun 2030, dengan meninjau kebijakan-kebijakan yang mendukung agenda tersebut. Sebagai negara yang menerapkan sistem politik demokrasi, Indonesia masih menghadapi kurangnya partisipasi perempuan di bidang politik. Partisipasi dan kepemimpinan perempuan yang setara dalam kehidupan politik dan publik sangat penting untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDG’s) pada tahun 2030. Tulisan ini akan melihat upaya pemerintah dalam meningkatkan partisipasi perempuan dan faktor pendorong yang menghambat perempuan aktif di dunia politik. Penulis akan menggunakan metode kualitatif dan pengumpulan data dari studi pustaka. Penulis menggunakan kerangka konseptual Gender-Responsive Policymaking untuk menjabarkan penelitian ini. Penelitian ini menemukan bahwa perempuan kurang terwakili di semua tingkat pengambilan keputusan di seluruh dunia dan masih jauh dari mencapai kesetaraan gender dalam kehidupan politik, termasuk kasus di Indonesia. Hal ini dikarenakan kebijakan di level nasional yang responsif gender masih lemah sehingga hal ini akan menjadi penghambat dalam mencapai SDG’s tahun 2030.
PEREMPUAN DALAM KEPEMIMPINAN DAN POLITIK UNTUK MENCAPAI SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDG’S) TAHUN 2030 DITINJAU MELALUI GENDER-RESPONSIVE POLICYMAKING Setyo Pratiwi, Tiffany; Raisha, Vetra
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 4 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i4.2024.1502-1510

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan dan politik untuk mencapai agenda SDG’s tahun 2030, dengan meninjau kebijakan-kebijakan yang mendukung agenda tersebut. Sebagai negara yang menerapkan sistem politik demokrasi, Indonesia masih menghadapi kurangnya partisipasi perempuan di bidang politik. Partisipasi dan kepemimpinan perempuan yang setara dalam kehidupan politik dan publik sangat penting untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDG’s) pada tahun 2030. Tulisan ini akan melihat upaya pemerintah dalam meningkatkan partisipasi perempuan dan faktor pendorong yang menghambat perempuan aktif di dunia politik. Penulis akan menggunakan metode kualitatif dan pengumpulan data dari studi pustaka. Penulis menggunakan kerangka konseptual Gender-Responsive Policymaking untuk menjabarkan penelitian ini. Penelitian ini menemukan bahwa perempuan kurang terwakili di semua tingkat pengambilan keputusan di seluruh dunia dan masih jauh dari mencapai kesetaraan gender dalam kehidupan politik, termasuk kasus di Indonesia. Hal ini dikarenakan kebijakan di level nasional yang responsif gender masih lemah sehingga hal ini akan menjadi penghambat dalam mencapai SDG’s tahun 2030.
Digital Humanitarian Spaces In The Disaster Management Process: A Case Study of Indonesia Chusnul Chotimah, Hidayat; Setyo Pratiwi, Tiffany
JASSP Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jassp.v2i2.68

Abstract

Advanced information and communication technology have triggered an evolution in human activities in response to the threat of a disaster. Through appropriate disaster management, damage and loss can be anticipated. The research employed a qualitative descriptive technique to analyze humanitarian actors' roles in responding to the threat of natural or non-natural disasters by integrating technology. The information was gathered through library research and in-depth interviews with various stakeholders involved in disaster management in Indonesia. The results showed that innovation-based disaster management for three stages (pre, during, and post-disaster) has opened Indonesia's humanitarian spaces. First, the pre-disaster phase includes mitigation and preparedness. It emphasizes several elements, including preparedness data, citizen reporting, crisis mapping, the Internet of Things, Artificial Intelligence, and data visualization through video, virtual reality, and innovative financing. Second, during a disaster, the response focuses on utilizing humanitarian ID, biometrics, 3D printing, drones, cash transfer programming, monitoring, and evaluation. Third, post-disaster efforts include area reconstruction and risk reduction through the use of smart city and educational technologies.
ANALISIS KEGAGALAN IMPLEMENTASI SISTER CITY ANTARA KOTA YOGYAKARTA DAN KATHMANDU M Saifullah; Raden Roro Kinthana Amodya Kusuma; Winona Albertha; Nur Assyahida Surya; Zahra Zamaya; Setyo Pratiwi, Tiffany
CONVERGENCE: JOURNAL OF GLOBAL DYNAMICS Vol 2 No 1 (2026): Convergence: Journal of Global Dynamics
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paradiplomacy is a form of foreign cooperation implemented by sub-state entities or local governments, whether provincial, district, or city. This form of paradiplomacy cooperation takes the form of sister cities, which aim to promote cooperation, cultural exchange, trade, and student exchanges, oriented towards specific regional objectives. In 2023, the City of Yogyakarta, through the Minister Counselor for Political Functions of the Indonesian Embassy (KBRI) in Dhaka, initiated a recommendation for Yogyakarta to establish a sister-city relationship with Kathmandu, Nepal, focusing on arts, culture, and tourism. However, as of this writing, there has been no concrete implementation of this cooperation initiative. This will then become the focus of this research, namely analyzing the factors that contributed to the failure of the sister city implementation between the City of Yogyakarta and Kathmandu in 2023 through the implementation gap theory. This research uses a qualitative descriptive method with literature studies as the primary data source, and interviews with the Yogyakarta City Cultural Office as supporting data. The research findings indicate a weak commitment between the cooperation initiative and its implementation between the central and regional governments. Coordination between government sub-actors is one of the main factors contributing to the failure of the cooperation.