Saat ini kita sedang berada pada era revolusi digital, tepatnya revolusi kuantum kedua. Perlahan manusia mulai meninggalkan era revolusi industri 4.0 dan beranjak ke tahap selanjutnya yaitu masyarakat cerdas (smart society) 5.0. Virtualitas menjadi kunci utama, ranah konvensional perlahan telah berubah menjadi ranah multisemesta. Ranah yang sangat digandrungi oleh generasi figital (fisik dan digital). Menghadapi ranah yang terkoneksi melalui web 3.0 itu, segala kajian ilmu ditunutut untuk beradaptasi agar tetap eksis, salah satunya adalah etnografi. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengurai kembali kajian etnografi di wilayah digital serta menemukan alternatif yang dapat dilakukan oleh etnograf agar mampu beradaptasi menjadi etnografer transmanusia demi memasuki ranah penelitian baru, ranah multisemesta. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan grounded theory. Hasil penelitian ini adalah menemukan jenis kajian etnografi yang dapat digunakan di ranah multisemesta, dan menemukan usaha untuk menjadi etnografer transmanusia yang dapat melakukan penelitian pada ranah daring.
Copyrights © 2024