Bullying merupakan perilaku negatif yang sering terjadi di lingkungan sekolah, disebabkan oleh faktor keluarga, sekolah, dan teman sebaya. Perilaku ini berdampak buruk bagi korban, seperti trauma, ketakutan, depresi, hingga bunuh diri. Guru Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran penting untuk mencegah dan mengatasi kasus bullying melalui layanan informasi dan konseling individual. Layanan informasi membantu siswa memahami risiko bullying, sedangkan konseling individual membantu mengatasi masalah personal terkait bullying. Konselor juga dapat menggunakan metode seperti melibatkan orang tua, menekankan konsekuensi bullying, meningkatkan pengawasan, mengajarkan empati dan pengendalian amarah, serta menyediakan kegiatan ekstrakurikuler. Kerjasama dengan berbagai pihak seperti kepala sekolah, guru, dan orang tua juga diperlukan untuk mencegah bullying menjadi kebiasaan yang dianggap normal.
Copyrights © 2024