This paper aims to analyze the principle of parenting style affecting by the saying "there is gold at the tip of the cane" from the perspective of a child-friendly family. This causes by the reality of violence against children in Christian families. Through the saying "there is gold at the tip of the cane", the violance against children in their families is normalized. The result of this parenting style are, such as hitting, pinching and scolding the children. This research is accomplished by using qualitative research methodology, and the data collection techniques through literature review, observation, and interviews. The study concludes that the parenting style is influenced by the parents' experiences as they were children, especially them who underwent the same parenting style. These experiences justify them in aplying violence to their children. The parenting style of "there is gold at the tip of the cane" contradicts the concept of a child-friendly family and the values set by Jesus Christ. Parents, in building a child-friendly family, need to fulfill their roles effectively, which includes creating an environment referred to as "home" and provide their children with warmth, love, and acceptance. In this way, parents can successfully carry out Christian religious education in their families. Keywords: Child-Friendly Family, Gold at the Tip of the Cane Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis tentang prinsip pengasuhan anak di ujung rotan ada emas dalam perspektif keluarga ramah anak. Hal ini dilatarbelakangi oleh realitas kekerasan terhadap anak dalam keluarga Kristen. Kekerasan terhadap anak dinormalisasikan dengan sebuah pola pengasuhan anak yang bertujuan untuk kebaikan dan masa depan anak yang diistilahkan dengan ungkapan di ujung rotan ada emas. Penerapan prinsip pengasuhan anak ini seringkali menggunakan kekerasan seperti memukul, mencubit dan memarahi anak. Untuk mencapai tujuan ini, penulis menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data, kajian pustaka, observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip pengasuhan ini dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu orangtua, yakni ketika mereka mengalami pola pengasuhan yang sama saat masih kecil, dan mereka merasa pantas untuk menerapkan kembali kepada anak-anak mereka di masa kini. Prinsip pengasuhan anak di ujung rotan ada emas bertentangan dengan keluarga ramah anak. Prinsip pengasuhan anak di ujung rotan ada emas tidak sesuai dengan nilai-nilai keluarga ramah anak dan keteladanan Yesus Kristus. Orangtua dalam membangun keluarga ramah anak perlu menjalan perannya dengan baik, yaitu orangtua perlu menciptakan suatu iklim yang disebut “home” bagi anak-anaknya di mana ada suasana kehangatan dan kasih serta penerimaan terhadap anak-anaknya sebagaimana adanya. Dengan demikian orangtua mampu menjalankan pendidikan agama Kristen dalam keluarga dengan baik.
Copyrights © 2024