Stunting adalah kondisi di mana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur akibat dari kekurangan gizi kronis. Prevalensi stunting di Puskesmas Bukuan sebesar 25,9% yang mana berada pada tingkat tertinggi di Samarinda pada tahun 2020. Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan stunting yaitu, keluarga dan rumah tangga, Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), pemberian ASI eksklusif, dan infeksi serta imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status imunisasi, pemberian ASI eksklusif, dan tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting di Puskesmas Bukuan Samarinda. Desain penelitian ini observasional analitik dengan metode case control. Data diperoleh dari hasil kuesioner dan data balita di wilayah kerja Puskesmas Bukuan. Penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling pada sampel kasus dan kontrol lalu diperoleh 21 kasus dan 21 kontrol. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil Penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara status imunisasi (p=0,697), ASI eksklusif (p=0,726), dan tingkat pendidikan ibu (p=0,663) dengan kejadian stunting. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan tidak terdapat hubungan antara status imunisasi, ASI eksklusif, dan tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting di Puskesmas Bukuan Samarinda.
Copyrights © 2024