Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia
Vol 4, No 3 (2024): Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen - Desember 2024

Tinjauan Sakramentologis terhadap Pemahaman Kehadiran Kristus dalam Perjamuan Kudus di Gereja Tiberias Indonesia: Transubstansiasi, Konsubstansiasi, atau Lambang?

Tengker, Garry Robert (Unknown)
Yosef, Hery Budi (Unknown)



Article Info

Publish Date
19 Dec 2024

Abstract

The Holy Communion is a significant sacrament in Christian tradition, with various theological views regarding the meaning of the bread and wine used in the sacrament. Gereja Tiberias Indonesia (GTI), as part of the Pentecostal/Charismatic movement, holds a unique perspective on the Holy Communion. Although it does not strictly follow the views of transubstantiation or consubstantiation, GTI emphasizes the spiritual experience and the power of God in the practice of this sacrament. This study, using a qualitative approach and data gathered through interviews and related literature, analyzes GTI's theological understanding of the Holy Communion, with a focus on its role in healing and union with the body and blood of Christ. The study also examines whether GTI’s practice of the Holy Communion aligns more closely with the concept of transubstantiation or consubstantiation. The findings reveal that although GTI rejects the view of bread and wine as mere symbols, it does not strictly adhere to traditional views of the change in the substance of the bread and wine, instead emphasizing the spiritual presence of Christ accompanying the bread and wine, along with the healing power experienced by the congregation. Therefore, GTI adopts a more dynamic theological approach, not bound by rigid theological categories, but focusing on the experience of faith and the power of God in the lives of believers.AbstrakPerjamuan Kudus adalah sakramen penting dalam tradisi Kristen yang memiliki berbagai pandangan teologis mengenai makna roti dan anggur yang digunakan dalam sakramen tersebut. Gereja Tiberias Indonesia (GTI), sebagai bagian dari aliran Pentakosta/Karismatik, memiliki pandangan yang unik mengenai Perjamuan Kudus. Meskipun tidak secara tegas mengikuti pandangan transubstansi atau konsubstansi, GTI menekankan aspek pengalaman rohani dan kuasa Tuhan dalam pelaksanaan sakramen ini. Dalam penelitian ini, melalui pendekatan kualitatif dan pengumpulan data dari wawancara serta literatur terkait, dianalisis pemahaman teologis GTI tentang Perjamuan Kudus, dengan fokus pada peranannya dalam penyembuhan dan penyatuan dengan tubuh serta darah Kristus. Penelitian ini juga mengkaji apakah praktik Perjamuan Kudus di GTI lebih mendekati konsep transubstansi atau konsubstansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun GTI menolak pandangan roti dan anggur sebagai lambang, mereka tidak secara tegas mengikuti pandangan tradisional tentang perubahan substansi roti dan anggur, tetapi lebih menekankan kehadiran rohani Kristus yang menyertai roti dan anggur, serta kuasa penyembuhan yang dirasakan oleh jemaat. Oleh karena itu, GTI mengadopsi pendekatan teologi yang lebih dinamis, yang tidak terikat pada kategori teologis yang kaku, tetapi lebih fokus pada pengalaman iman dan kuasa Tuhan dalam kehidupan umat percaya.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

JPI

Publisher

Subject

Religion Humanities

Description

Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia merupakan wadah untuk memublikasi hasil penelitian ilmiah para dosen / peneliti pada bidang Teologi. Fokus dan Scope pada Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia adalah: Sejarah pada Teologi Kajian Teologi Pentakosta Tokoh gereja Liturgi Musik ...