Penelitian ini tujuannya untuk mengevaluasi keterkaitan antara harga diri dan regulasi diri dengan FoMO pada mahasiswa yang aktif dalam menggunakan media sosial. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis berupa regresi linier berganda. Sebanyak 106 mahasiswa UIN Walisongo Semarang berusia 18-22 tahun menjadi sampel dalam penelitian ini. Hasilnya menunjukkan bahwa regulasi diri memiliki hubungan signifikan dengan FoMO (p < 0,05), sedangkan harga diri tidak adanya hubungan yang signifikan (p > 0,05). Kemampuan regulasi diri yang baik membantu individu mengelola penggunaan medsos secara efektif, sehingga meminimalisasi tingkat FoMO. Temuan ini mendukung teori regulasi diri yang dikemukakan oleh Zimmerman (2019) dan menekankan pentingnya pendekatan berbasis regulasi diri untuk mengatasi FoMO di kalangan mahasiswa.
Copyrights © 2024