Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena hipoaktivisme sebagai tantangan kesehatan mental melalui kajian semiotika terhadap film Bumi Manusia. Hipoaktivisme, yang mencerminkan perasaan apatis dan terperangkap akibat ketidakadilan sosial, dianalisis melalui elemen-elemen simbolis yang muncul dalam film, seperti karakter, dialog, dan visual. Berdasarkan pendekatan semiotika, penelitian ini mengidentifikasi bagaimana simbolisme dalam film ini merefleksikan kondisi mental karakter-karakter utama, terutama Minke, yang terperangkap dalam struktur kolonial yang menindas. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa faktor sosial-budaya, khususnya dalam konteks kolonialisme, mempengaruhi kesehatan mental individu, yang tercermin dalam perasaan keterasingan dan ketidakberdayaan. Implikasi dari penelitian ini memperkaya pemahaman tentang hubungan antara kondisi sosial dan kesehatan mental serta pentingnya representasi yang lebih realistis dalam media. Penelitian ini menyarankan agar kajian lebih lanjut dilakukan terhadap media lain dalam menggali representasi kesehatan mental dan faktor sosial yang mempengaruhinya, serta memperluas pemahaman terhadap dampak hipoaktivisme dalam konteks sosial budaya.
Copyrights © 2025