Tulisan ini bertujuan menguraikan respon Ukraina terhadap agresi militer Rusia sejak Februari 2022 melalui penerapan strategi soft balancing. Berbagai riset terdahulu banyak berfokus dalam menganalisa tindakan yang dilakukan oleh Rusia. Sementara itu beberapa riset lain menekankan pada penyebab konflik, atau respons internasional secara umum. Sejauh ini, hanya sedikit literatur yang secara spesifik membahas respon Ukraina, khususnya pada strategi yang diterapkan dalam menanggapi serangan militer Rusia. Oleh karena itu, dengan berfokus pada penerapan strategi soft-balancing yang dilakukan oleh Ukraina, tulisan ini berupaya mengisi kesenjangan penelitian-penelitian sebelumnya terkait konflik Rusia-Ukraina. Penelitian ini menggunakan konsep soft balancing sebagai kerangka analisis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana, dengan pengumpulan data primer maupun sekunder melalui studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam merespon serangan militer yang dilancarkan Rusia sejak Februari 2022, Ukraina menerapkan strategi soft balancing, baik yang bersifat militer maupun non-militer, yang dapat dilihat dari pengajuan bantuan persenjataan pada NATO, permintaan dukungan politik pada NATO dan negara-negara Barat, serta penerapan strategi non-kooperasi.
Copyrights © 2024