Pendidikan tidak ada artinya jika tidak ada guru, dan guru tidak ada nilainya jika tidak ada murid. Semua saling berkaitan, saling membutuhkan, maka dalam hal ini antara guru dan murid ada hubungan yang erat yang tidak bisa dipisahkan. Sepanjang sejarah pemikiran dalam Islam terdapat konsep yang bervariasi tentang guru dan murid. Konsep yang bervariasi itu berawal dari perbedaan persepsi dan interpretasi para pemikir, meskipun konsep yang bervariasi itu tetap bertumpu pada al-Quran, salah satu pemikir muslim yang turut memberikan kontribusi pemikiran dalam merumuskan konsep tentang guru dan murid di antaranya adalah Imam al –Ghazali. Dari uraian di atas, maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut (1) Bagaimanakah pemikiran Imam al-Ghazali tentang konsep guru dan murid di dalam kitab Ihya’ Ulumiddin? (2) Bagaimanakah hubungan guru dan murid dalam proses belajar menurut pemikiran Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumiddin?. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (Library Research). Yang metode analisisnya menggunakan metode analisis isi (content analysis) Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan data Primer dan data Skunder. Hasil Penelitian, yaitu: (1) Pemikiran Imam al-Ghazali tentang konsep guru dan murid di dalam kitab Ihya’ Ulumiddin yaitu meliputi Tugas dan tanggung jawab guru dan tugas dan tanggung jawab murid. (2) Hubungan guru dan murid dalam proses belajar menurut pemikiran Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumiddin yaitu: Imam al-Ghazali menawarkan beberapa metode dalam pembelajaran, dan Imam al-Ghazali pun tidak mengharuskan pendidik untuk menggunakan metode tertentu, sehingga Imam al-Ghazali menerima metode-metode apa pun selama tidak bertentangan dengan syari’at Islam.
Copyrights © 2024