Film sebagai media visual yang kuat, seringkali menyajikan realitas yang telah dikonstruksi dan dimanipulasi. Konsep simulacrum dan hiperrealitas yang dikemukakan oleh Jean Baudrillard menjadi relevan dalam memahami bagaimana film membentuk representasi realitas. Film Agak Laen, karya Muhadkly Acho, dipilih sebagai objek penelitian karena keberhasilannya dalam mengemas tema-tema kompleks seperti realitas, identitas, dan makna dalam format komedi yang menghibur. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana konsep simulacra dan hiperrealitas merefleksikan konstruksi realitas dalam Film Agak Laen menggunakan teori Simulacra dan Hiperrealitas yang dikemukakan oleh Jean Baurillard. Penelitian ini juga mengkaji bagaimana ini mampu menggabungkan unsur komedi, horor, dan sosial secara harmonis, serta bagaimana film ini merepresentasikan keberagaman dan pluralisme masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten. Objek analisis utama adalah film Agak Laen. Data yang dianalisis meliputi dialog, adegan, dan simbol-simbol visual yang relevan dengan konsep simulacrum dan hiperrealitas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi baru dalam pemahaman tentang representasi realitas dalam film Indonesia kontemporer. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memperkaya kajian tentang penerapan teori-teori sastra dan sosiologi dalam analisis film.
Copyrights © 2024