Pendahuluan: Keratoconus adalah ektasia kornea yang paling umum akibat multifaktoral yang masih banyak dipelajari. Diabetes mellitus menghambat keratoconus karena kondisi hiperglikemia yang menyebabkan glikosilasi dan cross-linking kolagen. Ada perbedaan hasil penelitian yang menunjukkan penderita keratoconus berkorelasi positif dengan diabetes mellitus. Metode: Studi ini berupa tinjauan sistematis yang membahas topik mengikuti tahapan dan protokol yang ditetapkan oleh Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA) 2020. Publikasi tahun 2014 hingga 2024 dipertimbangkan dengan memanfaatkan situs referensi online PubMed, ScienceDirect, dan SagePub. Kata kunci yang digunakan "keratoconus", “corneal ectasia”, “corneal cross-linking”, “conical cornea” dan "diabetes mellitus" juga dibantu Boolean operator. Jenis desain studi observasional dipilih, kualitas dinilai dengan skala Newcastle-Ottawa dan ditelaah kritis. Hasil: Identifikasi dilakukan dengan memasukkan kata kunci pada database PubMed memunculkan 3.478 artikel, 567 artikel di ScienceDirect, dan terdapat 108 artikel di SagePub. Kami mengumpulkan total 5 penelitian yang memenuhi kriteria dan melaporkan 6 hasil yang menjelaskan keterkaitan diabetes mellitus dengan kejadian dan keparahan keratoconus. Kesimpulan: Tidak ditemukan bukti yang cukup untuk menyatakan hubungan antara diabetes mellitus dan keratoconus, di mana masih ada kontroversi hasil dalam tinjauan ini.
Copyrights © 2024