PT Bogor Kopi Indonesia merupakan perusahaan dagang yang menjual biji Kopi Robusta dan Arabika dalam bentuk green bean, yang bermitra langsung dengan petani di beberapa daerah di Kabupaten Bogor. Proses persediaan yang terjadi di PT Bogor Kopi Indonesia menggunakan sistem penyimpanan sederhana pada gudang yang terletak di Tanjungsari Kabupaten Bogor. Permasalahan yang timbul akibat sistem persediaan sederhana yaitu kurangnya efisiensi biaya yang dikeluarkan pada saat melakukan penyimpanan dan pengiriman biji kopi tersebut. Salah satu upaya solusi adalah dengan menerapkan metode Economic Order Quantity untuk pengendalian persedian kopi di PT Bogor Kopi Indonesia. Sehingga penelitian ini bertujuan menghitung dan menganalisis jumlah safety stock yang diperlukan pada PT. Bogor Kopi Indonesia serta menghitung dan menganalisis waktu pemesanan kembali persediaan (reorder point) pada PT. Bogor Kopi Indonesia. Dengan penerapan EOQ, perusahaan berhasil menentukan jumlah optimal pembelian sebanyak 14,3 ton, lebih tinggi daripada kebijakan sebelumnya yang hanya 9,5 ton. Menurunkan jumlah pesanan dari 64 menjadi 21 per tahun tidak hanya mengurangi biaya pesanan, tetapi juga mengurangi total biaya persediaan secara signifikan, dari Rp17.958.439 menjadi Rp4.591.778. Selain itu, penentuan safety stock sebesar 10,21 ton dan titik pembelian ulang (reorder point) di angka 3,36 ton berfungsi sebagai perlindungan yang efektif terhadap ketidakpastian dalam permintaan dan pasokan, sehingga memastikan operasional perusahaan berjalan dengan lancar.
Copyrights © 2024