Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis campur kode dan alih kode yang digunakan oleh guru, faktor-faktor yang mempengaruhi guru dalam melaksanakan campur kode dan alih kode, serta dampaknya terhadap pemahaman siswa dalam pembelajaran bahasa Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis jenis campur kode dan alih kode yang diterapkan oleh guru, faktor-faktor yang mempengaruhi guru dalam melakukan campur kode dan alih kode, serta dampaknya terhadap pemahaman siswa dalam pembelajaran bahasa Jawa. Model analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah guru kelas IV. Dalam pembelajaran di kelas IV SD Negeri Triyagan 2 Kabupaten Sukoharjo, terdapat dua jenis alih kode: internal dan eksternal. Untuk campur kode, hanya ada satu jenis, yaitu campur kode internal. Faktor-faktor yang menyebabkan alih kode termasuk lingkungan atau budaya lokal, serta kompleksitas bahasa Jawa yang memiliki tingkatan ngoko, madya, dan krama. Sementara itu, ada tiga faktor yang menyebabkan campur kode: kebiasaan sehari-hari, keterbatasan kosakata, dan penggunaan istilah. Alih kode dan campur kode mempengaruhi pemahaman siswa dalam belajar bahasa Jawa.
Copyrights © 2024