Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai kejujuran sebagai pondasi sejak usia dini. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian menggunakan sumber data dari berupa buku, artikel-artikel terkait. Sedangkan sumber data lapangan meliputi: satu kepala sekolah, empat guru, lima belas orang tua di TK B Persatuan. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data peneliitian menggunakan analisis yang dikembangkan oleh Milles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan anti korupsi sejak dini berpotensi membentuk generasi yang sadar akan bahaya korupsi dan memiliki karakter kejujuran yang kuat. Di TK Persatuan, nilai kejujuran diajarkan melalui kegiatan bermain, seperti permainan balok, di mana anak-anak dilatih untuk mengambil hanya jumlah balok yang diperbolehkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan nilai kejujuran pada anak usia dini meliputi lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, interaksi dengan teman sebaya, serta paparan media dan teknologi. Implementasi pendidikan anti korupsi di sekolah membutuhkan kurikulum yang terintegrasi dengan nilai kejujuran, pelatihan guru yang efektif, penggunaan media pembelajaran yang interaktif, serta keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan. Temuan ini berkontribusi menciptakan generasi yang memiliki sikap tegas dalam memerangi korupsi dan mampu memperbarui sistem nilai anti korupsi sesuai dengan tuntutan zaman.
Copyrights © 2024