Penelitian ini mengkaji implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan Tema Kearifan Lokal di SMA Negeri 2 Kinali. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengidentifikasi kendala-kendala dalam pelaksanaan P5 melalui observasi partisipatif, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya kendala signifikan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, ditemukan kurangnya pemahaman guru dalam menyusun modul ajar P5 dan terbatasnya pelatihan khusus. Tahap pelaksanaan terkendala oleh keterbatasan waktu, sumber daya, dan infrastruktur sekolah, serta rendahnya antusiasme peserta didik. Sementara itu, tahap evaluasi menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu untuk melakukan penilaian komprehensif. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, sekolah menunjukkan komitmen kuat dalam mengatasi kendala-kendala tersebut. Upaya yang dilakukan meliputi mendorong studi mandiri guru, mengoptimalkan fasilitas yang ada, mengembangkan metode pembelajaran interaktif, dan menerapkan sistem penilaian yang lebih komprehensif. Penelitian ini menyimpulkan pentingnya pendekatan holistik dan sistematis dalam mengatasi kendala implementasi P5, dengan fokus pada peningkatan kompetensi guru, perbaikan infrastruktur, dan pengembangan strategi pembelajaran yang efektif.
Copyrights © 2024