Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui eksklusi sosial dan kerentanan pekerja kontrak di Kawasan Industri Makassar. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Metode utama dalam pengumpulan data adalah wawancara. Selain itu juga dilakukan observasi untuk melihat kondisi kerja para informan dan pengumpulan data sekunder yang dapat membantu. Penentuan informan dilakukan dengan purposive sampling denganĀ jumlah informan yaitu 7 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para informan sudah mengalami eksklusi sosial bahkan sejak mencari kerja. Eksklusi sosial ini terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa kondisi informan yaitu tingkat pendidikan yang rendah, keterampilan terbatas, saluran informasi kerja sedikit, pengetahuan dan pengalaman tentang hak dan perjanjian kerja yang sedikit, hingga tersedianya cadangan pekerja yang melimpah. Kondisi-kondisi tersebut menyebabkan eksklusi sosial karena para informan memiliki nilai tawar yang rendah serta perjanjian kerja yang tidak seimbang antara mereka dengan perusahaan selaku pemberi kerja. Dua hal inilah yang akhirnya menjadi faktor penyebab eksklusi sosial. Nilai tawar yang rendah membuat para informan tidak punya banyak pilihan pekerjaan, sementara perjanjian kerja yang tidak seimbang menyebabkan eksploitasi (upah minim, beban kerja besar, jam kerja berlebih) terjadi.
Copyrights © 2024