Mikrokontroler memiliki keterbatasan dalam melakukan tugas komputasi, terutama pada aplikasi yang membutuhkan proses pengolahan data secara intensif. Ketika mikrokontroler seperti Arduino Uno digunakan untuk mengimplementasikan algoritma enkripsi, keterbatasan sistem tertanam menjadi semakin menonjol. Oleh karena itu, analisis performa mikrokontroler dalam menjalankan algoritma enkripsi sangat penting untuk memahami pengaruhnya terhadap sumber daya sistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa Arduino Uno dalam mengimplementasikan algoritma enkripsi Speck-128 pada sistem berbasis RFID. Uji coba dilakukan dengan mengukur parameter seperti penggunaan memori (RAM dan flash), waktu eksekusi proses enkripsi dan dekripsi, serta konsumsi daya yang diperlukan selama operasi enkripsi. Untuk menganalisis performa, pengujian dilakukan menggunakan data dengan ukuran bervariasi untuk menilai skalabilitas algoritma Speck-128 pada sistem tertanam. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan waktu eksekusi dan penggunaan memori seiring bertambahnya ukuran data yang diproses. Peningkatan penggunaan memori berada dalam kisaran 2% hingga 5%, sementara waktu eksekusi enkripsi meningkat sekitar 460 mikrodetik dan waktu dekripsi meningkat sekitar 650 mikrodetik untuk setiap penambahan data sebesar 16 byte. Namun, konsumsi daya untuk proses enkripsi dan dekripsi tetap stabil dalam kisaran 0,029 W hingga 0,030 W, meskipun ukuran data bertambah. Di sisi lain, penggunaan flash tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa algoritma Speck-128 dapat berjalan secara efisien pada perangkat dengan keterbatasan sumber daya seperti Arduino Uno.
Copyrights © 2025