Pencemaran lingkungan oleh limbah, terutama dari rumah tangga, tetap menjadi perhatian global. Ecopreneurship dianggap sebagai solusi yang menggabungkan praktik ekonomi berkelanjutan dengan pelestarian lingkungan, terutama dalam pengelolaan limbah botol plastik. Indonesia, sebagai produsen kedua terbesar limbah botol plastik di dunia setelah China, menghadapi tantangan signifikan terkait limbah tersebut yang sulit terurai. Kreativitas dalam mengubah limbah botol plastik menjadi produk inovatif diharapkan dapat mengurangi pencemaran lingkungan sambil memajukan industri kreatif lokal. Selain itu, Indonesia dengan kekayaan budaya Nusantara memiliki warisan batik yang diminati hampir 87% masyarakat sebagai mode, hiasan, dan kerajinan. Industri konveksi batik di berbagai daerah sering menghasilkan sisa kain yang dapat dimanfaatkan kembali sebagai kain perca. Permintaan tinggi terhadap sofa sebagai perabot penting dalam rumah tangga, dengan desain bervariasi dari formal hingga minimalis, tercermin dari survei pasar dan data penjualan di marketplace. Penerapan teknologi Augmented Reality (AR) dengan QR Code melalui aplikasi MywebAR diharapkan dapat memperkuat komunikasi pemasaran yang efektif dan meningkatkan keunggulan kompetitif produk ini.
Copyrights © 2024