Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 26 tahun 2017 sudah ditetapkan target pembangunan PUPR yaitu pembangunan bendungan multiguna dalam rangka memenuhi kapasitas tampung 120 m3 /kapita/ tahun. Pelaksanaan Proyek Pembangunan Bendungan Temef ini berlokasi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur. Saat proses pembangunan Bendungan Temef ini mengalami berbagai macam hal risiko yang tidak pasti yang bisa dirasakan oleh pihak – pihak kontraktor, pemilik proyek, dan konsultan pengawas yang terkait selama pekerjaan proyek bendungan berlangsung. Sehingga para stakeholder yang terkait wajib akan memahami pentingnya permasalahan risiko yang dihadapinya, karena apabila terjadi kegagalan dalam memprediksi risiko dapat menimbulkan dampak kerugian secara langsung ataupun tidak langsung terhadap proyek. Risiko tersebut memberikan dampak yang nyata terhadap keberhasilan proyek. Tujuan yang akan dicapai pada penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja risiko yang berpengaruh terhadap keberhasilan dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur bendungan. Penelitan ini menggunakan metode mencakup studi literatur, studi pendahuluan, dan identifikasi masalah yang dilakukan dengan penggunaan kuisioner yang diberikan terhadap beberapa pihak stakeholder. Dari hasil kuisioner tersebut diolah dan diperoleh hasil variabel risiko memiliki pengaruh signifikan terhadap keberhasilan proyek yaitu kebijakan pemerintah/legalisasi.
Copyrights © 2024