Fenomena perjalanan wisatawan Muslim meningkat secara signifikan, dengan data menunjukkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan Muslim internasional mencapai 140 juta pada tahun 2023. Hal ini menunjukkan adanya pemulihan di sektor pariwisata pasca-pandemi. Dengan meningkatnya kesadaran akan kebutuhan fasilitas yang sesuai dengan prinsip Islam, banyak negara berusaha menyesuaikan layanan mereka untuk menarik wisatawan Muslim. Kota Pasuruan, sebagai salah satu destinasi potensial, berupaya mengembangkan pariwisata ramah Muslim untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Tujuan Penelitian adalah mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pariwisata ramah Muslim di Kota Pasuruan, merancang grand dan alternatif strategi pengembangan pariwisata ramah muslim, dan menentukan urutan prioritas dari grand strategy untuk pengembangan pariwisata ramah Muslim di Kota Pasuruan. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen terkait pengembangan pariwisata di Kota Pasuruan. Analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pengembangan pariwisata ramah Muslim. Temuan dari penelitian ini adalah Faktor Internal: Keberadaan potensi budaya, sejarah, dan sumber daya alam yang mendukung, namun terdapat tantangan seperti infrastruktur yang belum memadai. Faktor Eksternal: Dukungan pemerintah dan tren global yang menguntungkan pariwisata Muslim. Namun, isu keamanan dan toleransi masyarakat menjadi hambatan. Strategi: Diperlukannya branding Kota Pasuruan sebagai destinasi ramah Muslim, penyediaan fasilitas ibadah, dan promosi kuliner halal. Implikasi Penelitian ini memberikan panduan bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan pengembangan pariwisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan, meningkatkan kesadaran masyarakat lokal tentang pentingnya pariwisata ramah Muslim untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan keberagaman.
Copyrights © 2024