Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menjelaskan relevansi perumpamaan tentang pohon ara yang tidak berbuah dalam perikop Injil Lukas 13:6-9 bagi seorang formator dalam proses formasi para frater di seminari tinggi Katolik. Kajian ini merupakan kajian kualitatif yang menggunakan gabungan dari dua pendekatan, yakni pendekatan eksegese biblis dan pendekatan kepustakaan. Hasil kajian ini menunjukkan perumpamaan tentang pohon ara yang tidak berbuah (Luk. 13:6-9) memuat sejumlah hal atau sikap positif yang relevan bagi seorang formatur dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Sikap-sikap positif tersebut meliputi sikap peduli (kepedulian), sikap sabar (kesabaran), sikap rendah hati (kerendahan hati), sikap belas kasih atau belas kasihan, sikap optimis dan pengenalan yang baik, sikap objektif dan tegas, serta ketekunan dan kerja keras. Dengan sikap-sikap tersebut, seorang formatur dapat terbantu untuk menjalankan peran dan tanggung jawabnya dalam proses formasi para frater di seminari tinggi Katolik. Jadi, sikap-sikap tersebut hendaknya ada dalam diri seorang formatur.
Copyrights © 2024