Alkitab adalah tulisan yang diilhamkan Allah yang bermanfaat untuk pendewasaan orang percaya. Namun terkadang ada bagian Alkitab yang dipandang tidak relevan. Penyataan di dalam Perjanjian Lama tidak jarang dianggap sudah usang dan kuno sehingga kurang diminati bahkan diabaikan. Salah satu penyataan tersebut adalah mengenai Tabernakel/Kemah Suci Musa. Tabernakel Musa merupakan penyataan Allah tentang pola keselamatan yang disediakan Allah bagi pemulihan relasi manusia dengan Allah. Studi tentang Tabernakel seringkali dianggap usang, karena itu semua telah digenapi di dalam Yesus Kristus. Selain itu, pengajaran tentang Tabernakel juga ada yang dinilai terlalu alegoris karena melihat makna rohani dari setiap detail dari Tabernakel. Penelitian ini berusaha menutupi research knowledge gap dari penelitian terdahulu tentang bagaimana makna Tabernakel Musa dapat diselidiki dengan pendekatan Tipologis, dengan cara menguraikan karakteristik atau aspek Tipologi yang Alkitabiah dan relevansinya terhadap hermeneutika Tabernakel Musa. Untuk itu metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif, yaitu hermeneutik dengan pendekatan interpretatif. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan penafsiran tipologi Alkitab memiliki kategori atau karakteristik yang bersifat historis, profetis, kristologis-soteriologis, eklesiologis, dan eskatologis. Pendekatan penafsiran tipologis sangat relevan bagi hermeneutik Tabernakel Musa dengan segala system keimamatannya, sebab Tabernakel memenuhi prinsip-prinsip karakteristik tersebut. Untuk itu, sebagai rekomendasi penelitian selanjutnya dapat melakukan studi tipologis secara mendetail terhadap komponen atau perabotan Tabernakel Musa dan keimamatannya, guna semakin mengenal pribadi dan karya keselamatan Kristus serta semakin memahami bagaimana orang percaya hidup sebagai Tabernakel rohani.
Copyrights © 2024