Limbah cair dari pabrik tahu mengandung senyawa organik tinggi, seperti protein dan asam amino, yang menurunkan kualitas air sungai melalui peningkatan Total Dissolved Solids (TDS), penurunan pH, dan penurunan oksigen terlarut. Dampak ini merusak ekosistem akuatik dan mengancam kesehatan masyarakat dengan risiko seperti penyakit kulit dan gangguan pencernaan. Metode penelitian melibatkan survei dan wawancara dengan warga serta pekerja pabrik, disertai observasi langsung di lokasi. Analis menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pengelolaan limbah oleh produsen tahu rendah, dan kurangnya fasilitas pengolahan air limbah (IPAL) mengakibatkan pencemaran yang parah. Limbah tersebut juga mencemari udara dan tanah, meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan menurunkan kesuburan tanah. Penelitian ini merekomendasikan pengelolaan limbah yang lebih baik dengan pembangunan IPAL yang memadai, penerapan teknologi fitoremediasi, serta peningkatan regulasi dan kesadaran industri untuk melestarikan lingkungan. Diharapkan langkah-langkah ini dapat mengurangi dampak negatif limbah pabrik tahu, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menjaga kelestarian ekosistem sungai.
Copyrights © 2024