Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Perintis (Pemberdayaan Inklusi Teman Istimewa) secara umum dan mengetahui sejauh mana dampak sosial maupun ekonomi yang ditimbulkan dari program Perintis. Tulisan ini menggunakan metode penelitian studi deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dukungan data sekunder mencakup dokumentasi program maupun data sekunder resmi dari pemerintah. Hasil penelitian menemukan bahwa Program Perintis menjadi wadah untuk beberapa disabilitas tuna rungu dalam mengembangkan potensi yang ada melalui kegiatan seperti, pengelolaan lingkungan melalui workshop inklusif dan bisnis kedai kopi dengan barista tuna rungu. Kegiatan-kegiatan dalam Kelompok Teman Istimewa ini berdampak pada meningkatnya kemampuan bersosialisasi para disabilitas tuna rungu. Sehingga, mereka mampu membuka diri untuk berhubungan dengan masyarakat. Selain itu, terdapat workshop inklusif yang menjadi wadah untuk menyalurkan kreatifitas mereka dalam mengolah bahan daur ulang sampah plastik menjadi berbagai produk seperti plakat, furniture, hiasan dinding, dsb. Sehingga, dari kegiatan-kegiatan tersebut kelompok Teman Istimewa mampu meningkatkan pendapatan mereka.
Copyrights © 2024