Sari Pediatri
Vol 16, No 1 (2014)

Hubungan Kadar Feritin dan Ion Kalsium Serum pada Penyandang Thalassemia Mayor Anak yang Mendapat Transfusi Berulang

Mercy Amelia (Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin, Bandung)
Dida Akhmad Gurnida (Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin, Bandung)
Lelani Reniarti (Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin, Bandung)



Article Info

Publish Date
09 Nov 2016

Abstract

Latar belakang. Kadar feritin tinggi akibat transfusi berulang menyebabkan kerusakan calcium sensing receptor pada sel paratiroid dan kerusakan sel hati. Terjadi kegagalan stimulasi sekresi hormon paratiroid dan pembentukan 25(OH)D3 sehingga absorbsi kalsium terhambat, terjadi hipokalsemia.Tujuan. Menentukan hubungan feritin dengan ion kalsium serum dilakukan pemeriksaan feritin dan ion kalsium serum.Metode. Penelitian potong lintang dilaksanakan dari Mei–Juni 2013, 40 penyandang thalassemia usia 5–14 tahun yang mendapat transfusi berulang dilibatkan. Metode ECLIA (electrochemiluminescent immunoassay) digunakan untuk pemeriksaan kadar feritin serum dan ISE (ion selective electrode) untuk kadar ion kalsium serum. Perbandingan ditentukan dengan uji Mann-Whitney dan Kruskal-Wallis dan analisis faktor risiko dengan uji regresi logistik multipel.Hasil. Didapat 40 subjek, 32 subjek menderita malnutrisi ringan dan 4 subjek mengalami anemia gravis. Duapuluh dua subjek mengalami hipokalsemi. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan kadar feritin serum memiliki hubungan bermakna dengan hipokalsemia (p<0,001, rasio odd 76,5). Faktor usia onset transfusi, penggunaan kelasi, dan frekuensi transfusi tidak memiliki hubungan bermakna dengan kejadian hipokalsemia.Kesimpulan. Kadar feritin serum berhubungan dengan hipokalsemia pada penyandang thalassemia mayor anak yang mendapat transfusi berulang.

Copyrights © 2014