Penyimpanan rekam medis menjadi bagian dalam pelayanan administrasi data pasien. Pengelolaan penyimpanan rekam medis yang baik mempermudah dan mempercepat penemuan kembali rekam medis di rak penyimpanan, melindungi berkas rekam medis dari bahaya pencurian, kerusakan fisik, kimiawi dan biologi [1]. Penyimpanan yang buruk salah satunya berdampak terjadinya misfile dan mengakibatkan adanya penambahan kerja petugas. Beberapa penelitian menunjukkan temuan bahwa masih terjadi kesalahan letak rekam medis sebanyak 20% [2], dalam waktu seminggu terjadi 5 kejadian misfile [3]. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan penyimpanan rekam medis di Puskesmas PAL. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan fenomenologi, pengumpulan data menggunakan wawancara dengan 3 informan dan observasi. Analisis data mengunakan data display, reduksi data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan penyimpanan berkas rekam medis di Puskesmas PAL menggunakan pola sentralisasi, SDM di penyimpanan terdiri 4 petugas 2 orang pendidikan SMA, dan 2 Orang D3 Rekam Medis, SOP Penyimpanan telah tersedia namun belum ada sosialisasi, dan sarana prasarana yang belum memadai. Kata Kunci: Penyimpanan, Sentralisasi, Rekam medis, Puskesmas
Copyrights © 2024