Problematika maraknya perilaku tawuran dan perilaku kriminal remaja di Kota Makassar, menjadi alasan untuk menelusuri sejauh mana internalisasi nilai dalam keluarga Bugis diterapkan dalam pengasuhan anak. Gambaran penerapan internalisasi nilai akan dihadapkan pada berbagai faktor yang memengaruhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat dan mendukung proses internalisasi nilai dalam pengasuhan anak pada keluarga Bugis yang berdomisili di wilayah Sulawesi Selatan. Responden dalam penelitian ini sebanyak 31 keluarga yang terdiri dari responden ayah (n=31), ibu (n=31), dan anak remaja (n=31). Pemilihan responden penelitian menggunakan metode purposive sampling dengan tujuan untuk mengidentifikasi keluarga yang benar-benar merupakan suku Bugis. Selain itu penambahan responden keluarga dalam penelitian ini menggunakan metode snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik wawancara, observasi bagi keluarga yang dapat dijangkau secara langsung dan penyebaran survey terbuka bagi keluarga yang tidak terjangkau. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan bantuan aplikasi MAXQDA versi 2018. Hasil penelitian menunjukkan adanya faktor pendukung dan penghambat dalam proses internalisasi nilai. Adapun faktor pendukung diantaranya melibatkan kualitas dan kuantitas interaksi orang tua-anak, penggunaan bahasa daerah, adanya dasar agama pada anak, teknologi informasi, dan visi orang tua. Sementara faktor penghambat meliputi pengaruh lingkungan, perkembangan teknologi, kualitas hubungan orang tua-anak, jarak antara orang tua dengan anak, dan pengetahuan orang tua tentang budaya.
Copyrights © 2024