Kurios
Vol. 10 No. 3: Desember 2024

Hermeneutika kontekstual: Sebuah dialektika sudut pandang penafsir dan teks dalam memahami kitab suci

Pamantung, Salmon (Unknown)



Article Info

Publish Date
28 Dec 2024

Abstract

Many Christians say that to derive meaning from the biblical text, we must let the text “speak” to us. The underlying assumption is that an interpreter must derive the “original” meaning of the text; he must not insert his thoughts (prejudices and context) into the text. Development studies and hermeneutics have produced many methods and approaches to address questions related to interpretation. I argue that there is always a dialectic between the interpreter and the text being read in the hermeneutical process. Based on the thoughts of Hans-Georg Gadamer, I propose a contextual hermeneutic model, which emphasizes the role of the interpreter's point of view in finding the meaning of the text. Using the descriptive-analytical method on various literatures, it is found that hermeneutics is always an interaction between the context of the biblical text and the current context, so the social, political, and cultural “lenses” into the filter cannot be avoided and ignored. We must realize that the “lens” used is only one of many, and contextual hermeneutics starts from that awareness. Therefore, contextual hermeneutics means an attempt to understand the text that considers the interpreter's point of view.   Abstrak Banyak orang Kristen yang mengatakan bahwa untuk mendapat-kan makna dari teks Alkitab, kita harus membiarkan teks yang "berbicara" kepada kita. Asumsi yang mendasarinya adalah bahwa seorang penafsir harus memperoleh makna "asli" dari teks; ia tidak boleh memasukkan pi-kirannya (prasangka dan konteks) ke dalam teks. Studi pembangunan dan hermeneutika telah menghasilkan banyak metode dan pendekatan untuk mengatasi pertanyaan terkait interpretasi. Argumentasi saya, bahwa pada proses hermeneutika, di sana selalu ada dialektika antara penafsir dengan teks yang dibaca. Berdasarkan pemikiran Hans-Georg Gadamer, saya mengusulkan model hermeneutika kontekstual, yang menekankan peran sudut pandang penafsir dalam menemukan makna teks. Dengan menggu-nakan metode analisis-deskriptif pada berbagai literatur, didapati bahwa hermeneutika selalu merupakan interaksi antara konteks pada teks Alki-tab dengan konteks saat ini, sehingga "lensa" sosial, politik, dan budaya ke dalam filter tidak dapat dihindari dan diabaikan. Kita harus menyadari bahwa lensa yang digunakan hanyalah salah satu dari sekian banyak lensa, dan hermeneutika kontekstual dimulai dari kesadaran tersebut. Oleh karena itu, hermeneutika kontekstual berarti upaya untuk mema-hami teks yang memperhitungkan sudut pandang penafsir.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

kurios

Publisher

Subject

Arts Humanities Education Social Sciences Other

Description

KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan Pendidikan Agama Kristen dengan nomor ISSN: 2614-3135 (online), ISSN: 2406-8306 (print), yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa ...